Mesin pembuat chip

Ini salah satu mesin litografi buatan ASML, harga kisaran 2-3 Triliun Rupiah. Bagi Samsung ataupun Intel yang membeli mesin ini untuk membuat micro-chip sebagai komponen produk produk mereka; inilah “Mesin Pencetak Uang” yang sesungguhnya. Tulis Fal Sadikin di beranda Fb.nya

Dari hasil produksi mesin ini, Intel/Samsung hanya butuh waktu sekitar 6 bulan untuk bisa balik modal mendapatkan kembali uang harga beli mesin ini.

Setiap mesin kira-kira seukuran bus. Pengiriman komponen mereka membutuhkan 40 peti kemas, tiga pesawat kargo, dan 20 truk.

Bayangin kalo pemerintah Indonesia mau beli mesin ini dan membangun pabrik micro-chip, industri semi-conductor. Banyak tenaga kerja bisa diserap, banyak pemasukan untuk negara. Kita punya chip buatan Indonesia, kita jual ke negara lain.

Memang tidak mudah untuk membangun industri semi-conductor, butuh skill, knowledge, dan proses belajar yang panjang. Tapi kalo gak dimulai dari sekarang, kapan lagi?

Baca juga : Truk trailer angkut alat PTLSa (Sampah) di Solo

Nah.. kan teknologi chip itu kan berubah terus.. apa mesin yg bikin nya pasti berubah juga ? Sepertinya iya ya ? Umur mesin lebih 10 tahun masih banyak dipake untuk printing chip teknologi baru.

asml mesin extreme ultraviolet lithography-chips moores law
ASML (sreenshoot dari wired.com)

Wah break even pointnya cuman 6 bulan. investasinya menguntungkan sekali ya pak..dlm 1 tahun udah dapet untung 100% ., walaupun teknologi dah berubah 2 tahun kedepan tetep untung punya aset beginian. Ungkap Maya Aris si komentar FB.

ASML memperkenalkan mesin litografi ultraviolet ekstrim (EUV) pertama untuk produksi massal pada tahun 2017, setelah beberapa dekade dihabiskan untuk menguasai teknik tersebut. Mesin memainkan peran penting dalam ekosistem pembuatan chip, dan telah digunakan dalam pembuatan chip terbaru dan tercanggih, termasuk yang ada di iPhone baru serta komputer yang digunakan untuk kecerdasan buatan, info dari wired.com

Sistem EUV perusahaan berikutnya, yang sebagian sedang dibangun di Wilton, Connecticut, akan menggunakan trik baru untuk meminimalkan panjang gelombang cahaya yang digunakannya—mengecilkan ukuran fitur pada chip yang dihasilkan dan meningkatkan kinerjanya—lebih dari sebelumnya. Dikutip dari wired.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published.