Pada malam tanggal 15 Juli 2023, Polsek Sedayu bertanggung jawab atas pengamanan pertandingan bola voli dalam rangka Argodadi Cup 2023 di Dusun Kadibeso, Argodadi, Sedayu, Bantul. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Aiptu Baryadi. Sehari sebelumnya, pada tanggal 14 Juli 2023, pengamanan juga telah dilakukan oleh personel Polsek Sedayu di bawah pimpinan Aiptu Prabowo untuk pertandingan yang sama.

Aiptu Baryadi, selain bertugas dalam pengamanan, juga memberikan imbauan kepada para pengunjung untuk selalu waspada dan menjaga ketertiban selama menonton pertandingan. Kegiatan Argodadi Cup ini melibatkan tim Dewata Dumpuh dan tim Gajayana B, yang dimenangkan oleh tim Gajayana B, serta tim Brongkol melawan tim Gajayana A, yang dimenangkan oleh tim Brongkol.

Baca Juga : Argodadi cup xi 2023 resmi dimulai

Selain personel dari Polsek Sedayu, pengamanan juga melibatkan Babinsa Argodadi, Linmas, dan Fordam Argodadi, Sedayu, bantul, sehingga kegiatan berlangsung dengan aman dan terkendali. Sumber: Humas Polres Bantul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Explore More

Laporan Travel & Tourism Development Index 2021 edisi Mei 2022

Alhamdulillah… Laporan dari Travel & Tourism Development Index 2021 edisi Mei 2022, industri pariwisata Tanah Air ada di peringkat 32 dari total 117 negara seluruh dunia. Posisi ini naik 8

Pelaksanaan Konsultasi Publik Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja-YIA di Wilayah DLH Kulon Progo: Partisipasi Masyarakat dalam Perlindungan Lingkungan

img.208 DLH Kulon Progo Gelar Konsultasi Publik Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja-YIA di Wilayah Kerja

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan Konsultasi Publik terkait pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja-YIA di wilayah kerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo. Hal ini diinformasikan melalui surat dari PT.

Misteri Kampung Siluman lereang Merapi – Klaten Belum Terungkap?

Kampung Siluman di Klaten Jejak Dahsyatnya Erupsi Gunung Merapi Youtube Hussein Jatikusumo

Kampung Siluman Klaten, yang terletak di wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, adalah salah satu desa yang ditinggalkan setelah terdampak erupsi Gunung Merapi pada tahun 1930. Saat ini, Taman Nasional Gunung