Sebuah rekaman CCTV menunjukkan insiden penyiraman air keras yang dilakukan oleh sekelompok pelajar di Jalan Pisangan Lama III, Pulogadung, Jakarta Timur pada hari Selasa (8/8/2023).

Pihak Polsek Pulogadung, Jakarta Timur, telah memulai upaya untuk segera menangkap kelompok pelajar yang bertanggung jawab atas tindakan penyiraman air keras terhadap Muhammad Abidzar (16), seorang siswa di sekolah menengah kejuruan (SMK).

Dalam perkembangan lain, Anisa (56), yang merupakan bibi dari Abidzar, mengungkapkan harapannya agar pelaku yang melakukan penyiraman air keras segera ditangkap dan diproses sesuai hukum. Kejadian tersebut telah menyebabkan luka bakar pada bagian wajah, leher, dan dada Abidzar, yang saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Akibat cedera serius yang diderita, Abidzar mengalami melepuh pada beberapa area tubuhnya, dan bahkan saat ini ia belum mampu sepenuhnya membuka kedua matanya.

Catatan: Materi ini diambil ulang dari unggahan @jakartatimur24jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Explore More

Pakai karet ini Supaya gas tidak Bocor

Pasang gas di rumah terus bocor, itu hal biasa. Masalah utama biasanya pada karet penggajal di gas yang tidak bagus. Anda mesti ganti karet ini dengan yang lebih baik kualitasnya.

Sosok Wakil Bupati Rokan Hilir Sulaiman tertangkap bersama seorang wanita

Sosok Wakil Bupati Rokan Hilir Sulaiman tertangkap bersama seorang wanita

Sosok Wakil Bupati Rokan Hilir (Wabup Rohil) bernama Sulaiman tertangkap bersama seorang wanita yang bukan istrinya di sebuah kamar hotel di Pekanbaru. Mereka ditangkap dalam operasi rutin oleh Direktorat Reserse

Bahasa Indonesia Saat Ini Menjadi Bahasa Resmi Konferensi Umum UNESCO Selasa, 21 November 2023

-Bahasa indonesia Resmi jadi bahasa Dunia PBB

Paris, Prancis – Bahasa Indonesia telah berhasil diakui sebagai bahasa resmi atau bahasa resmi dalam Konferensi Umum UNESCO. Keputusan ini diambil melalui adopsi Resolusi 42 C/28 dengan suara bulat selama